Jumat, 14 September 2012

Karya Tulis Ilmiah Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau


Semoga bermanfaat :)
-Tn-

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pertumbuhan merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif  dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau ukuran dari seluru/sebagian dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam penggunaan tubuh (Sacharin,1996).
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan factor external. Factor internal  merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan faktor external atau faktor lingkungan merupakan factor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Salah satu faktor external yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya.
Cahaya memiliki banyak sekali peranan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan naungan untuk pertumbuhannya. Begitu pula dengan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau yang akan mengalami perbedaan pertumbuhan dan perkembangannya jika diletakan ditempat yang intensitas cahayanya berbeda. Hal ini terjadi karena cahaya juga dapat menghalangi kerja hormone auksin (auksin tidak aktif) dan menghambat pertumbuhan. Tumbuhan yang diletakan ditempat yang gelap akan lebih cepat pertumbuhannya (etiolasi) dibandingkan tumbuhan yang diletakan ditempat bercahaya namun dengan kondisi yang pucat, kurus dan daunnya tidak berkembang.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat dirumuskan suatu masalah, yaitu :
1.      Bagaimanakah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang hijau?
2.      Apakah perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahaya nya?
1.3  Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian karya tulis ilmiah ini adalah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang intensitas cahaya nya berbeda.
1.4  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian karya tulis ilmiah Pengaruh Faktor Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.
2.      Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahaya nya.
1.5  Manfaat Penulisan
1.      Manfaat untuk penulis
Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini, dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi penulis tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahaya nya.
2.      Manfaat untuk pembaca
Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahaya nya.
1.6  Ruang Lingkup Penulisan
Ruang lingkup penulisan karya tulis ilmiah Pengaruh Faktor Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau ini adalah dengan cara melakukan experiment terhadap perbedaan biji kacang hijau yang diletakan pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu gelap dan terang.
1.7  Hipotesis
Tumbuhan biji kacang hijau yang berada dilingkungan yang intensitas cahayanya berbeda akan menghasilkan tinggi yang berbeda. Tumbuhan di tempat gelap akan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan yang berada di tempat terang/bercahaya.















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif  dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau ukuran dari seluru/sebagian dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam penggunaan tubuh (Sacharin,1996).
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan factor external. Factor internal  merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan faktor external atau faktor lingkungan merupakan factor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Seperti, temperature, air,PH,oksigen,nutrisi dan cahaya (http://faridnyzer.blogspot.com/2011/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html).

2.2 Uraian Tentang Cahaya  
Cahaya mempunyai pengaruh terhadap perkecambahan tumbuhan. Tetapi banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan oleh tiap-tiap tumbuhan itu berbeda-beda. Berikut adalah beberapa fungsi dari cahaya terhadap tumbuhan :
Ø  Cahaya mutlak diperlukan dalam proses fotosintesis.
Ø  Cahaya secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap tanaman. Pengaruh cahaya secara langsung dapat diamati dengan membandingkan tanaman yang tumbuh dalam keadaan gelap dan terang.
Ø  Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat, daun tidak berkembang, dan batang tidak kukuh.
Ø  Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau.
Ø  Dalam fotosintesis, cahaya berpengaruh langsung terhadap ketersediaan makanan.
Ø  Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membentuk klorofil, sehingga daun menjadi pucat.
Ø  Panjang penyinaran mempunyai pengaruh yang spesifik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Ø  Panjang periode cahaya harian disebut fotoperiode, sedangkan reaksi tumbuhan terhadap fotoperiode yang berbeda panjangnya disebut fotoperiodisme.
Selain itu, ketersediaan cahaya bagi pertumbuhan tanaman sangat bermanfaat dalam proses :
Ø  Perkecambahan
Ø  Perpanjangan batang
Ø  Membukanya hipokotil
Ø  Perluasan daun
Ø  Dormansi tunas
Ø  Sistesis klorofil
Ø  Gerakan batang
Ø  Gerakan Daun
 
Apabila ditanam di tempat gelap, maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari. Bila terkena cahaya matahari, hormon ini akan terurai dan rusak. Pada keadaan yang gelap, hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang. Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan lebat, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning. Peristiwa ini disebut etiolasi (http://alfiyanfaqih.blogspot.com/2011/08/pengaruh-cahaya-matahari-terhadap.html).
Jika ditanam di tempat terang, maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon, terutama hormon auksin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Akibatnya, batang tanaman akan lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil
(
http://texbuk.blogspot.com/2012/01/pengaruh-faktor-luar-eksternal-terhadap.html).
2.3 Uraian Tentang Kacang Hijau
Nama umum
Indonesia:
Kacang hijau
Cina:
chi xiao dou

Kingdom              : Plantae
Subkingdom          : Tracheobionta
Super Divisi          : Spermatophyta
Divisi                     : Magnoliophyta
Kelas                     : Magnoliopsida
Sub Kelas              : Rosidae
Ordo                      : Fabales
Famili                    :
Fabaceae
Genus                    :
Phaseolus
Spesies                  : Phaseolus radiatus L.
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Bagian paling bernilai ekonomi adalah biji dan kecambahnya (file:///D:/DIT/file/pertumbuhan-perkecambahan-kacang-hijau.html).
Di dalam kacang hijau terdapat berbagai kandungan, antara lain :
Ø  Protein (memperkuat daya tahan tubuh).
Ø  Kalsium dan fosfor (memperkuat tulang).
Ø  Vitamin B1 (membantu proses pertumbuhan dan menghasilkan energy).
Ø  Vitamin B2 (membantu penyerapan protein dalam tubuh).
Ø  Vitamin E (membantu meningkatkan kesuburan).
Ø  Zat besi (membantu pembentukan sel darah merah).
Ø  Magnesium (menjaga fungsi otot dan syaraf) dan rendah lemak.
Ø  Terdapat antioksidan yang berguna bagi tubuh.

















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode experiment. Metode experiment adalah metode yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol (Nazir,2003).

3.2 Populasi dan Sampel
            Populasi           : Biji kacang hijau
            Sampel            : 12 biji kacang hijau
3.3 Variabel
Variable yang tercakup dalam penelitian ini, yakni :
1.      Variable Bebas :
ü  Cahaya
2.      Variable Terikat :
ü  Tinggi kecambah
3.      Variabel kontrol :
ü  Botol aqua gelas
ü  Kapas
ü  Biji kacang hijau
ü  Air
3.3 Cara Kerja

1.      Alat dan Bahan :
a.       2 Botol aqua gelas                               d. Air
b.      Kapas                                                  e. Benang
c.       Biji kacang hijau                                 f. Mistar

2.      Cara Kerja :
a.       Rendam kacang hijau selama semalam 12 jam.
b.      Sediakan dua botol aqua gelas ( aqua A dan aqua B ).
c.       Isi gelas A dan B dengan kapas kosmetik yang sedah dibasahkan.
d.      Letak kan 6 biji kacang hijau ke dalam gelas A dan B.
e.       Letakkan Gelas A di tempat Terang dan Gelas B ditempat gelap.
f.       Siram setiap pagi dengan air agar kapas tetap lembab, tetapi jangan terlalu banyak agar biji tidak membusuk.
g.      Ukur tinggi tanaman di Gelas A dan gelas B Rendam biji kacang hijau dengan benang setelah 6 hari.
h.      Ukur kembali benang dengan mistar.

















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Berikut adalah tabel dan grafik pengamatan tinggi tanaman kacang hijau yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan :
Tabel Pengamatan

Hari ke-
Tinggi tanaman kacang hijau (mm)
Tempat Terang
Tempat Gelap
1
0
5
2
10
25
3
25
40
4
35
60
5
50
110
6
75
140
*Pengamatan dilakukan setelah 6 hari.

4.2 Pembahasan
Pada dasarnya tumbuhan membutuhkan cahaya. Banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dengan merendam kacang hijau selama 12 jam dan meletakan 6 biji kacang hijau ke dalam dua botol aqua gelas (aqua A dan aqua B) lalu meletakkan gelas A di tempat terang dan gelas B ditempat gelap. Dari tabel dan grafik pengamatan tinggi tanaman yang telah diukur setelah 6 hari, ternyata didapat rata-rata tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam ditempat terang dan gelap adalah :
X1  =    1 Tinggi Tanaman/n                         X2 =     2 Tinggi Tanaman/n       
       =   195/6                                                           = 390/6
       = 32,5                                                               = 65
Jadi, selisih tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam ditempat terang dan gelap adalah :
X = X2 – X1
      = 65 – 32.5
      = 32.5
Keterangan :
                  X1 : Tanaman tempat terang               1 = Jumlah tinggi tanaman tempat terang
                  X2 : Tanaman tempat gelap                 2 = Jumlah tinggi tanaman tempat gelap
                  X : Selisih tinggi tanaman                 = Jumlah hari selama penelitian
Dari hasil perhitungan selisih tinggi tanaman kacang hijau yang ditanam ditempat terang dan gelap adalah 32.5 . dengan tinggi rata-rata tanaman ditempat terang 32.5 dan ditempat gelap 65.
Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer).





























BAB V
PENUTUP

5.1  Kesimpulan
Dari hasil penelitian pengaruh faktor cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau, dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Proses pertumbuhan dan perkembangan  tumbuhan membutuhkan cahaya. Namun, banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan tiap tumbuhan berbeda-beda, begitu pula dengan tumbuhan kacang hijau.
Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pertumbuhan dan perkecambahan biji kacang hijau, biji kacang hijau yang diletakan ditempat gelap dan terang akan mempunyai perbedaan. Biji kacang hijau yang terkena cahaya matahari secara langsung (terang) pertumbuhannya lebih lambat, daunnya lebar & tebal, berwarna hijau, batang tegak, kokoh. Sedangkan, biji kacang hijau yang tidak terkena cahaya matahari (gelap) pertumbuhannya lebih cepat tinggi (etiolasi) dan daunnya tipis, berwarna pucat, batang melengkung tidak kokoh. Hal ini terjadi karena cahaya memperlambat/menghambat kerja hormone auksin dalam pertumbuhan meninggi (primer). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya telah benar.
5.2  Saran
Sebaiknya percobaan dilakukan dalam waktu yang lebih lama agar terlihat lebih jelas dan lebih detail dalam menyimpulkan perbedaan antara tumbuhan yang berada ditempat terang dan berada ditempat gelap. Juga peralatan yang lebih komplit dan modern.






Daftar Pustaka












3 komentar:

  1. sangat sangat bermanfaat, tugas gw mau di kumpul besok... izin copas ya...

    BalasHapus
  2. dapusnya coba lebih diperhatikan

    BalasHapus